BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »
.........

..

..

Monday, July 25, 2011

beratnya memegang amanah

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khathab ra menyita seekor unta milik anak lelakinya sendiri ketika dilihatnya unta itu berada di pasar. Beliau mengetahui benar bahwa unta itu menjadi gemuk karena digembalakan bersama-sama dengan beberapa ekor unta lain milik kaum Muslimin yang diurus oleh Baitulmal 'kas negara'.

Penyitaan tersebut dilakukan karena unta milik putra Amirul Mukminin itu oleh penggembalanya digembalakan disuatu tempat penggembalaan yang paling baik. Hal itu oleh Khalifah Umar dipandang sebagai perbuatan menyalahgunaan kekuasaan negara. Karena itu, beliau memerintahkan anaknya supaya segera menjual unta itu dan menyerahkan keuntungannya kepada Baitulmal.

Karena tindakan hukum yang ketat itu, banyak sahabat Rasulullah saw keberatan menerima pengangkatan sebagai pejabat negara. Mereka menjaga diri agar jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan haram. Abu Dawud meriwayatkan sebuah Hadis berasal dari Abu Mas'ud Al-Anshariy yang mengatakan sebagai berikut, ''Rasulullah saw mengangkatku sebagai petugas pengumpul zakat.

Beliau berkata, 'Hai Abu Mas'ud, berangkatlah, semoga pada hari kiamat kelak aku tidak akan mendapatimu datang dalam keadaan punggungmu memikul seekor unta sedekah yang meringkik-ringkik, yang kau curangi'. Aku menjawab bahwa jika demikian, aku tidak berangkat!. Beliau menyahut, 'Aku tidak memaksamu'.''

Demikianlah, para sahabat Rasulullah saw telah memahami bahwa kedudukan atau jabatan pemerintah adalah sebuah amanah yang berat. Pertanggungjawabannya tidak sebatas di dunia saja, melainkan juga di akhirat. Karena itu, mereka tidak segan-segan menindak tegas orang-orang yang berbuat curang, meski dari anggota keluarganya sendiri. Mereka juga lebih memilih tidak menjadi pejabat, apabila khawatir tidak akan mampu memegang amanah kepemimpinan itu.
Kini orang bahkan berebut meraih jabatan dan kedudukan pemerintah, dengan berbagai cara dan upaya. Hal itu dilakukan tanpa mempertimbangkan amanah kepemimpinan yang harus dipertanggungjawabkannya di dunia dan akhirat kelak.Tidak hanya itu, keluarganya pun ikut-ikutan memanfaatkan kedudukan yang diraih demi kepentingan pribadi dan keluarga. Walhasil, terjadilah banyak penyalahgunaan wewenang dan jabatan, hingga akhirnya rakyatlah yang menjadi korban.

Ya Allah semalam aku baru sahaja menerima satu amanah yang cukup berat untuk aku pikul...
Amanah ini kalau diberikan kepada bukit nescaya ia akan berkecai, kalau diletakkan kepada gunung tentu ia akan hancur..Inikan pula aku yang lebih kerdil dari bukit dan gunung..
Benak hatiku selalu tertanya-tanya 'layak ke aku pegang amanah ini'??
Bertalu-talu persoalan ini bermain-main di benak fikiranku..
Apa boleh buat aku 'set' ini mungkinlah cara Allah nak kurniakan pahala berganda-ganda buat insan yang berjiwa harakah..insyaAllah
Aku sahut seruanMu dengan penuh rasa rendah diri dan kehinaan..Ya Allah tolonglah aku untuk terus thabat..Semoga aku diberi kekuatan olehMu untuk terus istiqamah dalam perjuangan melalui wasilah ini...

credit to : ibnuzaid359.blogspot.com  &
pintuislam.blogspot.com

Sunday, July 3, 2011

ASSALAMUALAIKUM.....

      lame sgt rasanya nye x menaip di blog....insyaallah entri kali nie msih mampu bg manfaat kepada pembaca2 blog sy nie....sekali lagi memanjat rasa syukur stelah mnyelesaikan program MINGGU ALUAN SISWA yg ke 23(MAS)...masyaallah..hebat!!mcam2 pengalaman dan perkara yg baru sy dpat dlm program kali nie...mudah2an siswa/i terdidik dr tarbiah dan ape yg di jalan di dalam program MAS kali 23 nie...puas rase nye bila amanah yg di beri siap di selesaikan oleh ajk2 dan fasilitator2 dgn kerjasama yg baik walau ade waktu nye melalui waktu sukar sketika...

        entri kali mengenai sifat berada yg di dalam diri yg kita xnmpak tp ALLAH je yg mmpu nilai yakni sifat RIAK....rakan2 pembaca yg di rahmati ALLAH... Maksud riak biasanya dikaitkan dengan perbuatan menunjuk2 di depan orang. Biasa kita dengar, atau kita sendiri kata benda macam ni:
“Aku bukan nak riak..”
“Takmau la buat ni, takut riak pulak”
“Tengok tu, menunjuk2. Riak!”

        Riak dari segi bahasa maksudnya memperlihatkan, manakala dari segi istilah ialah melakukan sesuatu bukan kerana Allah. Riak ini adalah sesuatu yang bahaya, maksudnya amatlah kronik sehinggakan ia menjadi kebimbangan Rasulullah SAW, di dalam hadis yang marhumnya,

“Yang paling takuti aku atas kalian adalah syirik kecil” Para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” Baginda menjawab, “Riak” (HR Ahmad).

Syirik maknanya mensekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Riak menjadi syirik kecil apabila kita menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya, iaitu manusia lain. Riak adalah sifat yang berlawanan dengan ikhlas. Bila ikhlas bermaksud kita melakukan sesuatu kerana Allah, maka riak bermaksud sebaliknya iaitu melakukan sesuatu bukan kerana-Nya.

rakan2 pembaca rahimakumullah sekalian....
firman ALLAH : Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat) - (al mulk ayat 2..)

  
jika di perhatikan dalam ayat yg telah sy warnakan itu....ALLAH telah menggunakan perkataan terbaik bukan nye terbanyak dalam menguji manusia...persoalannya mengapa ALLAH menggunakan perkataan terbaik...?menjadi kebiasaannya kita akan lebih memandang orang yg menderma rm100 berbanding orang yg menderma rm10....kita akan mengatakan orang yg solat terawih 20 rakaat lbih baik drpd orang yg hnya melakukan 8rakaat shaja...kita akan mengatakan orang yg sentiasa berkumat kamit mulut nye membaca ayat quran hebat drpada orang diam dan x lakukan ape2..namun apabila di fikirkan balik adakah ALLAH akan menerima amal dr segi bilangannya ataupun kualiti nya? jika solat 20 rakaat...derma rm100..mulut sentiasa dgn ayat2 quran tp bila tmbul perasaan riak pasti nye rm10 itu bernilai...8rakaat itu sempurna..diam itu hbat...law hati ikhlas dan tidak ade riak dlam diri....ikhlas la walaupun dengan amal yg sedikit....sbb nye sudah pasti aakan di utamakan oleh ALLAH  berbanding dengan amal yg banyaak tp penuh rase riak dan tidak ade ikhlas dlam melakukan ibadat pastinye akan ditolak ALLAH...

doa..